Sudah dari dulu saya menginginkan mempunyai seorang adik perempuan, senang rasanya membayangkan nantinya saya bisa menjaganya, membimbingnya, menemaninya hingga dai tumbuh mejadi seorang da'iah yang militan. Subhanallah. ya, itu semua hanya harapan, angan-angan saya yang sampai saat ini belum tercapai. numun, kehadiran adik lelaki saya tetap saya syukuri, namanya selalu saya sertakan dalam setiap do'a, berharap dia menapaki jalan yang diridhai Allah dan menjadi seorang ikhwah yang berjuang untuk agama ini.
Sudah agak lama saya melupakan keinginan saya untuk mempunyai seorang adik perempuan. samapai suatu ketika saya betemu dengan seorang gadis kecil itu.
saat itu, stetlah selesai rapat BEM di kampus sekitar jam sepuluh (karena masih menyelesaikan spanduk, jam malam IPB jam 9 ^^) saya memang berniat untuk mengambil uang di ATM karena memang uang di kantong sudah sangat menipis. waktu itu saya keluar dari ATM, ada seorang gadis kecil umurnya sekitar 4 atau 5 tahunan yang menghampiri saya. Awalnya saya melihat ke sekitar apa gadis kecil ini bersama orang tuanya atau ada yang menemaninya karena kebetulan saat itu di ATM sedang ramai karena ada seorang mahasiswa yang berulang tahun. setelah saya lihat disekelilingnya ternyata tidak ada orang tua yang menemani. gadis kecil yang walaupun terlihat agak kucel ini namun tetap sangat manis ternyata seorang peminta-minta. saya bebicara singkat dengan gadis kecil itu
G : kakak, minta uangnya kak...
Saya : loh, adik kok belum pulang ? kan sudah malem.
G : masih dapet sedikit kak, belum boleh pulang
saya : orang tuanya dimana ?
G : ada di rumah kak
hati ini terenyuh mendengar perkataan gadis kecil itu...seandainya saya bisa,,,saya akan ajak dia untuk tinggal bersama di kontrakan, dan akan saya sekolahkan
yah tapi hal itu, untuk sekarang belum bisa diwujudkan...tapi saya sedang dalam proses untuk mewujudkannya dengan tentunya sudah mempunyai penghasilan sendiri meskipun harus begelut dengan kuliah..Wirausaha kuncinya...ya saya harus bersemangat dan mulai bergerak untuk berwirausaha....
semoga dipertemukan lagi dengannya
ivanmadura
Bismillah
sudah luuuaaaaaamaaaaa buanget baru nyentuh blog ini lagi. hehe
untung ya blognya ga jamuran...terakhir bulan april lalu. gak kerasa tiba-tiba udah masuk semester 5, udah tingkat 3.
hari ini, jum'at 16 September 2011...banyak langkah dibelakang telah terlewati, sedih, susah, capek, bahagia bercampur sehingga membentuk diriku seperti sekarang ini. mereka yang selama ini ada dalam hidupku, sahabat, teman, saudara, orang tua, anak-anak panti asuhan, anak-anak yang sering berkeliaran di kampusku IPB dan dia juga tak akan pernah terlupa dan akan selalu menjadi penggores tinta-tinta indah dalam hidupku selama ini dan hidupku yang akan datang menjadi semakin baik dan semakin baik tentunya.
wanna share about my first time came to Bogor :D
saat itu, ketika mendaftar di kampus dengan nama IPB aku membayangkan bahwa nantinya aku bakalan kuliah di kota2 gitu...yah jadi bakal jauh beda dah sama kampungku. (maklum ank kampung n ank pesisir jadinya pengen tau suasana kota).
yup hari sabtu itu, lupa tgl berapa pada tahun 2009 pastinya dan pertengahan tahun aku berangkat menuju bogor bersama teman-teman yang juga berkesempatan berkuliah di IPB. Pada saat itu, cuma aku yang gak diaterin oleh orang tua...yah tapi tidak menjadi sebuah masalah yang mendasar buatku...yang penting doa mereka, karena doa mereka sangat luar biasa,,,hingga bisa mengantar diriku sampai pada titik ini(nanti saya akan ceritakan tentang orang tuaku).
yup, kembali lagi,,, aku waktu itu naik bus karina yang langsung menuju bogor dari madura.
minggu...akhirnya sampai di Bogor. baru pertama nih menumpuh perjalanan yang begitu luuaaaamaaaa...pegel kabeh euy.tapi semua itu terbayar ketika sampai kota ini.
kami dijemput kakak kelas kita di IPB yang juga berasala dari madura, kami kemudianu naik angkot menuju tempat singgah sementara di kosan kakak kelas. saat di perjalanan (berpikir, kaget, dan heren,,,loh,loh mau dibawa kemana nih kita, bukannya kita baru saja melewati tempat yang bertuliskan Institute Pertanian Bogor) haha...ternyata itu kampus D3 IPB yang memang terletak di kota bogor sedangkan angkot yang saya tumpangi menuju kecamatan Darmaga Bogor...yah kecamatan lagi...
tapi saya bersyukur berada di sini, di tempat orang-orang besar tumbuh dan bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi Indonesia...saya memastikan kampus ini pergaulannya sangat save untuk kita...sangat mantap dah
love IPB...selalu mencari dan memberi yang terbaik...
ya mereka telah menemukanku(terbaik) dan turut berperan besar dalam pembentukan diriku samapi saat ini.
see uuu
sudah luuuaaaaaamaaaaa buanget baru nyentuh blog ini lagi. hehe
untung ya blognya ga jamuran...terakhir bulan april lalu. gak kerasa tiba-tiba udah masuk semester 5, udah tingkat 3.
hari ini, jum'at 16 September 2011...banyak langkah dibelakang telah terlewati, sedih, susah, capek, bahagia bercampur sehingga membentuk diriku seperti sekarang ini. mereka yang selama ini ada dalam hidupku, sahabat, teman, saudara, orang tua, anak-anak panti asuhan, anak-anak yang sering berkeliaran di kampusku IPB dan dia juga tak akan pernah terlupa dan akan selalu menjadi penggores tinta-tinta indah dalam hidupku selama ini dan hidupku yang akan datang menjadi semakin baik dan semakin baik tentunya.
wanna share about my first time came to Bogor :D
saat itu, ketika mendaftar di kampus dengan nama IPB aku membayangkan bahwa nantinya aku bakalan kuliah di kota2 gitu...yah jadi bakal jauh beda dah sama kampungku. (maklum ank kampung n ank pesisir jadinya pengen tau suasana kota).
yup hari sabtu itu, lupa tgl berapa pada tahun 2009 pastinya dan pertengahan tahun aku berangkat menuju bogor bersama teman-teman yang juga berkesempatan berkuliah di IPB. Pada saat itu, cuma aku yang gak diaterin oleh orang tua...yah tapi tidak menjadi sebuah masalah yang mendasar buatku...yang penting doa mereka, karena doa mereka sangat luar biasa,,,hingga bisa mengantar diriku sampai pada titik ini(nanti saya akan ceritakan tentang orang tuaku).
yup, kembali lagi,,, aku waktu itu naik bus karina yang langsung menuju bogor dari madura.
minggu...akhirnya sampai di Bogor. baru pertama nih menumpuh perjalanan yang begitu luuaaaamaaaa...pegel kabeh euy.tapi semua itu terbayar ketika sampai kota ini.
kami dijemput kakak kelas kita di IPB yang juga berasala dari madura, kami kemudianu naik angkot menuju tempat singgah sementara di kosan kakak kelas. saat di perjalanan (berpikir, kaget, dan heren,,,loh,loh mau dibawa kemana nih kita, bukannya kita baru saja melewati tempat yang bertuliskan Institute Pertanian Bogor) haha...ternyata itu kampus D3 IPB yang memang terletak di kota bogor sedangkan angkot yang saya tumpangi menuju kecamatan Darmaga Bogor...yah kecamatan lagi...
tapi saya bersyukur berada di sini, di tempat orang-orang besar tumbuh dan bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi Indonesia...saya memastikan kampus ini pergaulannya sangat save untuk kita...sangat mantap dah
love IPB...selalu mencari dan memberi yang terbaik...
ya mereka telah menemukanku(terbaik) dan turut berperan besar dalam pembentukan diriku samapi saat ini.
see uuu
ivanmadura
bismillah
senin kemarin sisa uang di dompet sebesar 7000 perak. ke ATM alhamdulillah bisa ambil sebesar 40.000(bisa bertahan hidup lebih lama ni, hhe). hari ini juga dapet uang lagi 30.000 dari hutang temen2 BEMF.Alhamdulillah nikmat-Mu memang begitu banyak ya Rabb, jagalah hati ini untuk selalu mensyukurinya
barbagi butuh ketenangan dan ketelitian, kenapa saya menyematkan judul itu. ceritanya seperti ini. tadi setelah selesai kuliah saya lewat koridor yang disana ada expo, disana jual makanan, jam tangan, buku, kacamata dan temannya yang lain. nah, tadi saat lewat disana saya bertemu dengan anak-anak kecil yang luar biasa menurut saya, anak yang berumur sekita 5-7 tahun yang mencari celah rizki Allah ketika hujan turun, ya mereka adalah ojek ojek payung. karena tadi hujan lumayan cukup deras jadi mereka pada berkeliaran di daerah expo.
saat saya lewat pengennya hanya sekedar menyapa. dan saya bertanya pada mereka "sudah sholat belum ?", kebanyakan dari mereka belum sholat tapi ada diantara mereka ada 1 orang yang langsung menjawab "saya sudah kak", setelah itu malah ada yang ikutan bilang sudah. hhe lugu sekali mereka. tak disangka mereka minta dibelikan makanan (jagung dan singkong keramas), walaupun sebernarnya tadi terbersit untuk membelikan. nah saat itu cukup bimbang dengan kondisi dengan kondisi keuangan yang ada di dompet.dalam hati berkecamuk " mau dibelikan atau nggak y ?", syetan berbisik "kalau dibelikan nanti uangmu kurang untuk makan, jangan dibelikan, mereka juga belum sholat tuh, dan mereka juga sudah kerja tadi jadi tidak usah dibelikan", dan malaikat berkata" sedekah akhi, berapun uangmu pasti akan diganti oleh Allah". dan akhirnya...jeng jeng(bunyi musik) akhrinya saya memutuskan untuk membelikan mereka tapi cuma 1 porsi. hehe saya menang dari bisikan syetan^^
meskipun cuma 1 porsi untuk bersama semoga bermanfaat dan alhmdulillah saya melihat senyuman dari mereka. tapi yang saya sesalkan keputusan saya kurang tepat, padahal anak yang tadi sudah sholat inginnya jagung tapi saya belikan singkong. seharusnya saya tadi membelikan khusus buat anak yang sudah sholat dan dia bisa berbagi dengan temannya. tadi sepertinya saya agak kurang tenang karena terlu banyak orang dan itu mengakibatkan tidak teliti dalam berfikir. ampuni hamba ya Rabb, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi
pelajaran hari ini : sebenarnya sedekah itu bukan tergantung dari ada atau tidak adanya harta tapi tergantung dari hati
semangat untuk menjadi orang paling bermanfaat !!!
senin kemarin sisa uang di dompet sebesar 7000 perak. ke ATM alhamdulillah bisa ambil sebesar 40.000(bisa bertahan hidup lebih lama ni, hhe). hari ini juga dapet uang lagi 30.000 dari hutang temen2 BEMF.Alhamdulillah nikmat-Mu memang begitu banyak ya Rabb, jagalah hati ini untuk selalu mensyukurinya
barbagi butuh ketenangan dan ketelitian, kenapa saya menyematkan judul itu. ceritanya seperti ini. tadi setelah selesai kuliah saya lewat koridor yang disana ada expo, disana jual makanan, jam tangan, buku, kacamata dan temannya yang lain. nah, tadi saat lewat disana saya bertemu dengan anak-anak kecil yang luar biasa menurut saya, anak yang berumur sekita 5-7 tahun yang mencari celah rizki Allah ketika hujan turun, ya mereka adalah ojek ojek payung. karena tadi hujan lumayan cukup deras jadi mereka pada berkeliaran di daerah expo.
saat saya lewat pengennya hanya sekedar menyapa. dan saya bertanya pada mereka "sudah sholat belum ?", kebanyakan dari mereka belum sholat tapi ada diantara mereka ada 1 orang yang langsung menjawab "saya sudah kak", setelah itu malah ada yang ikutan bilang sudah. hhe lugu sekali mereka. tak disangka mereka minta dibelikan makanan (jagung dan singkong keramas), walaupun sebernarnya tadi terbersit untuk membelikan. nah saat itu cukup bimbang dengan kondisi dengan kondisi keuangan yang ada di dompet.dalam hati berkecamuk " mau dibelikan atau nggak y ?", syetan berbisik "kalau dibelikan nanti uangmu kurang untuk makan, jangan dibelikan, mereka juga belum sholat tuh, dan mereka juga sudah kerja tadi jadi tidak usah dibelikan", dan malaikat berkata" sedekah akhi, berapun uangmu pasti akan diganti oleh Allah". dan akhirnya...jeng jeng(bunyi musik) akhrinya saya memutuskan untuk membelikan mereka tapi cuma 1 porsi. hehe saya menang dari bisikan syetan^^
meskipun cuma 1 porsi untuk bersama semoga bermanfaat dan alhmdulillah saya melihat senyuman dari mereka. tapi yang saya sesalkan keputusan saya kurang tepat, padahal anak yang tadi sudah sholat inginnya jagung tapi saya belikan singkong. seharusnya saya tadi membelikan khusus buat anak yang sudah sholat dan dia bisa berbagi dengan temannya. tadi sepertinya saya agak kurang tenang karena terlu banyak orang dan itu mengakibatkan tidak teliti dalam berfikir. ampuni hamba ya Rabb, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi
pelajaran hari ini : sebenarnya sedekah itu bukan tergantung dari ada atau tidak adanya harta tapi tergantung dari hati
semangat untuk menjadi orang paling bermanfaat !!!
ivanmadura
bismillah
senin 14 maret 2011
hasil ujian termodinamika dan pindah panas sudah sibagikan tadi. alhmdulillah saya mendapat 3/4 nilai sempurna, semoga di ujian kedua lebih baik lagi.
akhirnya jiwa ini kembali lagi di kelas TPP ini. sepertinya sudah 3x pertemuan jiwa saya tidak berda dalam kelas TPP ini walaupun raga ada dalam kelas. saya kembali mengikuti kuliah yang sangat berhubungan dengan LAB yang akan saya ambil nantinya ini sudah seminggu lalu saat hari jumat, tentunya setelah usrusan PKM GT dan tugas yang menumpuk. harapannya akan terus bisa fokus pada saat kuliah. NYATET dan FULL ATTENTION akhi ^^
TPP udah mulai lagi untuk persiapan ujian2 selanjutnya. Satu lagi nih, MATEK(Matematika Teknik) masih belum nyatu di kelas, belum paham, tuga gak ngerjain sendiri. Senin kemarin juga sempet bolos kelas MATEK ini, hehehe. Ampuni hamba-MU ini ya Rabb^^.
Ingat akhi, antum belum telat untuk MATEK, pasti bisa karena Allah selalu bersamamu dan menjagamu. Untuk hari ini hari duduk di depan FULL ATTENTION
Semangat untuk menjadi manusia yang paling bermanfaat^^
senin 14 maret 2011
hasil ujian termodinamika dan pindah panas sudah sibagikan tadi. alhmdulillah saya mendapat 3/4 nilai sempurna, semoga di ujian kedua lebih baik lagi.
akhirnya jiwa ini kembali lagi di kelas TPP ini. sepertinya sudah 3x pertemuan jiwa saya tidak berda dalam kelas TPP ini walaupun raga ada dalam kelas. saya kembali mengikuti kuliah yang sangat berhubungan dengan LAB yang akan saya ambil nantinya ini sudah seminggu lalu saat hari jumat, tentunya setelah usrusan PKM GT dan tugas yang menumpuk. harapannya akan terus bisa fokus pada saat kuliah. NYATET dan FULL ATTENTION akhi ^^
TPP udah mulai lagi untuk persiapan ujian2 selanjutnya. Satu lagi nih, MATEK(Matematika Teknik) masih belum nyatu di kelas, belum paham, tuga gak ngerjain sendiri. Senin kemarin juga sempet bolos kelas MATEK ini, hehehe. Ampuni hamba-MU ini ya Rabb^^.
Ingat akhi, antum belum telat untuk MATEK, pasti bisa karena Allah selalu bersamamu dan menjagamu. Untuk hari ini hari duduk di depan FULL ATTENTION
Semangat untuk menjadi manusia yang paling bermanfaat^^
ivanmadura
FaceBook atau yang sering kita kenal FB memang merupakan sarana yang sangat baik untuk menjalin silaturahmi dengan teman-teman yang berda jauh dari kita, teman kecil, sahabat pena, dan bahkan bisa digunakan sebagai sarana bisnis juga lo. Namun kebradaan FB ini bukan tidak ada kendala di dalamnya, OWNER fb yang menurut isu di adalah seorang yahudi dan keuntungan dari facebook itu disumbangkan untuk israel yang sedang menjajah palestina, tentunya dengan adanya kabar seperti itu umat islam akan waspada bahkan sampai menutup account facebooknya. dan satu lagi nih, sempat beredar isu ada fatwa MUI bahwa facebook itu haram. yah begitulah sekelumit tentang facebook yang sempat saya dengar.
facebook pada dasarnya merupakan sarana yang bagus untuk dakwah. tapi terlepas dari itu, bagi orang yang tidak bisa mengatur dirinya, facebook akan menyebabkan ketagihan bahkan setiap hari harus buka facebook atau fecebookan, kalau enggak, beee kagak nahan dah
ketagihan FB akan menyita banyak waktu produktif kita dalam sehari, semingggu, bahkan satahun. sebenarnya sah-sah saja menghabiskan banyak waktu untuk Facebook asalakan yang digunakan saat kita ber Facebook ria adalah hal-hal produktif misalnya bisnis, dakwah, dan yang lainnya yang tetntunya bermanfaat.
nah kalau kita ketagihan facebook lumayan sulit nyembuhinnya kawan.
bagi temen-temen yang memang berniat agar terbebas dari ketagihan facebook ini saya ada tips dan trik ni;
PERTAMA gunakan handphone yang tidak bisa internetan, biasanya nih kita pakai handphone kita untuk buka facebook, kalau ada waktu yah buka FB bahkan kalau ada kelas juga buka FB. cara pertama ini merupakan pengalaman pribadi, hhehe
KEDUA gak usah beli modem, ni juga merupakan sarana mendekatkan diri dengan fb.(pengalaman temen yang ketagihan fb karena dia punya modem)
KETIGA kalau kita punya FB update status sewajarnya aja. usahakan status yang bermanfaat. biasanya nih kalau sering update status keseringan dan banyak orang yang menanggapi, nah hal itu bisa membuat kita akan terus dan terus buka fb
KEEMPAT nah cara yang satu ini merupakan cara yang paling ampuh, deactivekan Facebook kita.hhe
sejauh mana facebook akan mempengaruhi kita? jawabannya ada pad diri kita masing2. kitalah yang bisa menentukannya karena disetiap pribadi mempunyai pilihan yang terbaik utnuk dirinya. pilihlah hal yang tidak hanya menguntungkan kita tapi juga menguntungkan banyak orang.
ganbare !
semoga bermanfaat
facebook pada dasarnya merupakan sarana yang bagus untuk dakwah. tapi terlepas dari itu, bagi orang yang tidak bisa mengatur dirinya, facebook akan menyebabkan ketagihan bahkan setiap hari harus buka facebook atau fecebookan, kalau enggak, beee kagak nahan dah
ketagihan FB akan menyita banyak waktu produktif kita dalam sehari, semingggu, bahkan satahun. sebenarnya sah-sah saja menghabiskan banyak waktu untuk Facebook asalakan yang digunakan saat kita ber Facebook ria adalah hal-hal produktif misalnya bisnis, dakwah, dan yang lainnya yang tetntunya bermanfaat.
nah kalau kita ketagihan facebook lumayan sulit nyembuhinnya kawan.
bagi temen-temen yang memang berniat agar terbebas dari ketagihan facebook ini saya ada tips dan trik ni;
PERTAMA gunakan handphone yang tidak bisa internetan, biasanya nih kita pakai handphone kita untuk buka facebook, kalau ada waktu yah buka FB bahkan kalau ada kelas juga buka FB. cara pertama ini merupakan pengalaman pribadi, hhehe
KEDUA gak usah beli modem, ni juga merupakan sarana mendekatkan diri dengan fb.(pengalaman temen yang ketagihan fb karena dia punya modem)
KETIGA kalau kita punya FB update status sewajarnya aja. usahakan status yang bermanfaat. biasanya nih kalau sering update status keseringan dan banyak orang yang menanggapi, nah hal itu bisa membuat kita akan terus dan terus buka fb
KEEMPAT nah cara yang satu ini merupakan cara yang paling ampuh, deactivekan Facebook kita.hhe
sejauh mana facebook akan mempengaruhi kita? jawabannya ada pad diri kita masing2. kitalah yang bisa menentukannya karena disetiap pribadi mempunyai pilihan yang terbaik utnuk dirinya. pilihlah hal yang tidak hanya menguntungkan kita tapi juga menguntungkan banyak orang.
ganbare !
semoga bermanfaat
ivanmadura
bismillah
hai...mau share lagi kawan^^
tepatnya bukan sepuluh hari sih...yah kira2 selama itulah
perjuangan, ya perjuanga membuat PKM GT (apaan tuh ??)
oke saya jelasin dulu tentang PKM GT. Progran Karya Tulis Mahasiswa Gagasan Tertulis merupakan sebuah ajang yang diadakan oleh dikti untuk menggali potensi mahsiswa Indonesia yang mempunyai ide-ide brilian. PKM GT ini sebanarnya bisa dibilang 2nd chance buat temen2 yang tidak sempat membuat karya tulis dibidang pkm lainnya sepeti pkm teknologi, kewirausahaan dan penelitian.
ceritanya nih, dalam minggu akhir februari kemaren berusaha membuat PKM GT. saya bekerjasama denga 2 adik kelas saya yang twin(kembar), hhe keren kan ??. nah, dalam minggu pembuatan PKM ini membuat kuliah dan tugas-tugas kuliah jadi tidak fokus, kuliah setengah2(padahal sering begitu saat smester3, hhehe), padahal disemester ini tugas2nya berjibun.
yang membuat ketar-ketir dalam pengerjaan pkm ini adalah batas waktu pengumpulan yang ditentukan IPB, dan untuk meminta persetujaun dosen pembimbing yang notabene merupakan dosen yang sibuk. yah tapi alhamdulillah semua itu bisa terlewati dengan usaha maksimal saya.
selama ini saya yakin kawan, setiap amanah/pekerjaan/sesuatu atau apapun itu yang akan kita hadapi PASTI akan TERLEWATI, tapi kita lah yang menentukan cara kita melewatinya. jika kita berusaha semaksimal mungkin maka hasilnya seperti yang kita harapkan dan begitu pula sebaliknya. dan tentunya semua itu harus diselaraskan dengan doa kawan...karena " hanya kepada-MU kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan"(QS 1:5).
alhamdulillah pkm gt sudah dikirim. apapun hasilnya nanti tentunya itu adalah yang terbaik buat saya...dan saya tidak akan berhenti sampai disini, saya akan terus berkarya untuk menjadi orang yang memberi banyak manfaat. dan insya Allah 10 hari itu adalah salah satu proses pendewasaan bagi saya
GANBAREMASU !
semangat berproses menjadi lebih baik!
hai...mau share lagi kawan^^
tepatnya bukan sepuluh hari sih...yah kira2 selama itulah
perjuangan, ya perjuanga membuat PKM GT (apaan tuh ??)
oke saya jelasin dulu tentang PKM GT. Progran Karya Tulis Mahasiswa Gagasan Tertulis merupakan sebuah ajang yang diadakan oleh dikti untuk menggali potensi mahsiswa Indonesia yang mempunyai ide-ide brilian. PKM GT ini sebanarnya bisa dibilang 2nd chance buat temen2 yang tidak sempat membuat karya tulis dibidang pkm lainnya sepeti pkm teknologi, kewirausahaan dan penelitian.
ceritanya nih, dalam minggu akhir februari kemaren berusaha membuat PKM GT. saya bekerjasama denga 2 adik kelas saya yang twin(kembar), hhe keren kan ??. nah, dalam minggu pembuatan PKM ini membuat kuliah dan tugas-tugas kuliah jadi tidak fokus, kuliah setengah2(padahal sering begitu saat smester3, hhehe), padahal disemester ini tugas2nya berjibun.
yang membuat ketar-ketir dalam pengerjaan pkm ini adalah batas waktu pengumpulan yang ditentukan IPB, dan untuk meminta persetujaun dosen pembimbing yang notabene merupakan dosen yang sibuk. yah tapi alhamdulillah semua itu bisa terlewati dengan usaha maksimal saya.
selama ini saya yakin kawan, setiap amanah/pekerjaan/sesuatu atau apapun itu yang akan kita hadapi PASTI akan TERLEWATI, tapi kita lah yang menentukan cara kita melewatinya. jika kita berusaha semaksimal mungkin maka hasilnya seperti yang kita harapkan dan begitu pula sebaliknya. dan tentunya semua itu harus diselaraskan dengan doa kawan...karena " hanya kepada-MU kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan"(QS 1:5).
alhamdulillah pkm gt sudah dikirim. apapun hasilnya nanti tentunya itu adalah yang terbaik buat saya...dan saya tidak akan berhenti sampai disini, saya akan terus berkarya untuk menjadi orang yang memberi banyak manfaat. dan insya Allah 10 hari itu adalah salah satu proses pendewasaan bagi saya
GANBAREMASU !
semangat berproses menjadi lebih baik!
ivanmadura
Hasan Al Banna dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah, Hasan kecil telah menghafal separuh isi Al-Qur'an.
Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu Hasan kecil mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah.
Kemudian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur'an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan al Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al-Quran. Hasan Al Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum.
Demikianlah sederet prestasi Hasan kecil. Selain prestasinya di bidang akademik, Ia juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. Semenjak masa mudanya Hasan Al-Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i'dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa, kisahnya begini:
Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, al Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur'an, "Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya."(Q. S. Al-An'aam: 52).
Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa'id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan al Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap "rombongan anak-anak kecil" tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!
Pada usia 21 tahun, beliau menamatkan studinya di Darul 'Ulum dan ditunjuk menjadi guru di Isma'iliyah. Hasan Al Banna sangat prihatin dengan kelakuan Inggris yang memperbudak bangsanya. Masa itu adalah sebuah masa di mana umat Islam sedang mengalami kegoncangan hebat. Kekhalifahan Utsmaniyah (di Turki), sebagai pengayom umat Islam di seluruh dunia mengalami keruntuhan. Umat Islam mengalami kebingungan. Sementara kaum penjajah mempermainkan dunia Islam dengan seenaknya. Bahkan di Turki sendiri, Kemal Attaturk memberangus ajaran Islam di negaranya. Puluhan ulama Turki dijebloskan ke penjara. Demikianlah keadaan dunia Islam ketika al Banna berusia muda. Satu di antara penyebab kemunduran umat Islam adalah bahwa umat ini jahil (bodoh) terhadap ajaran Islam.
Maka mulailah Hasan al Banna dengan dakwahnya. Dakwah mengajak manusia kepada Allah, mengajak manusia untuk memberantas kejahiliyahan (kebodohan). Dakwah beliau dimulai dengan menggalang beberapa muridnya. Kemudian beliau berdakwah di kedai-kedai kopi. Hal ini beliau lakukan teratur dua minggu sekali. Beliau dengan perkumpulan yang didirikannya "Al-Ikhwanul Muslimun," bekerja keras siang malam menulis pidato, mengadakan pembinaan, memimpin rapat pertemuan, dll. Dakwahnya mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam Mesir. Tercatat kaum muslimin mulai dari golongan buruh/petani, usahawan, ilmuwan, ulama, dokter mendukung dakwah beliau.
Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan. Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin. Maka terjadilah sebuah tragedi yang membuktikan betapa pengecutnya manusia. Ribuan mujahid Mesir ditarik ke belakang, kemudian dilucuti. Oleh siapa? Oleh pasukan pemerintah Mesir! Bahkan tidak itu saja, para mujahidin yang ikhlas ini lalu dijebloskan ke penjara-penjara militer. Bahkan beberapa waktu setelah itu Hasan al Banna, selaku pimpinan Ikhwanul Muslimin menemui syahidnya dalam sebuah peristiwa yang dirancang oleh musuh-musuh Allah.
Dakwah beliau bersifat internasional. Bahkan segera setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Hasan al Banna segera menyatakan dukungannya. Kontak dengan tokoh ulama Indonesia pun dijalin. Tercatat M. Natsir pernah berpidato didepan rapat Ikhwanul Muslimin. (catatan : M. Natsir di kemudian hari menjadi PM Indonesia ketika RIS berubah kembali menjadi negara kesatuan).
Syahidnya Hasan Al-Banna tidak berarti surutnya dakwah beliau. Sudah menjadi kehendak Allah, bahwa kapan pun dan di mana pun dakwah Islam tidak akan pernah berhenti, meskipun musuh-musuh Islam sekuat tenaga berusaha memadamkannya.
Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (Q. S. Ash-Shaff: 8)
Masa-masa sepeninggal Hasan Al-Banna, adalah masa-masa penuh cobaan untuk umat Islam di Mesir. Banyak murid-murid beliau yang disiksa, dijebloskan ke penjara, bahkan dihukum mati, terutama ketika Mesir di perintah oleh Jamal Abdul Naseer, seorang diktator yang condong ke Sovyet. Banyak pula murid beliau yang terpaksa mengungsi ke luar negeri, bahkan ke Eropa. Pengungsian bagi mereka bukanlah suatu yang disesali. Bagi mereka di mana pun adalah bumi Allah, di mana pun adalah lahan dakwah. Para pengamat mensinyalir, dakwah Islam di Barat tidaklah terlepas dari jerih payah mereka. Demikianlah, siksaan, tekanan, pembunuhan tidak akan memadamkan cahaya Allah. Bahkan semuanya seakan-akan menjadi penyubur dakwah itu sendiri, sehingga dakwah Islam makin tersebar luas.
Di antara karya penerus perjuangan beliau yang terkenal adalah Fi Dzilaalil Qur'an (di bawah lindungan Al-Qur'an) karya Sayyid Quthb. Sebuah kitab tafsir Al-Qur'an yang sangat berbobot di jaman kontemporer ini. Ulama-ulama kita pun menjadikannya sebagai rujukan terjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah Al-Qu'an dan Terjemahannya keluaran Depag RI, kemudian Tafsir Al-Azhar karya seorang ulama Indonesia Buya Hamka. Mengenal sosok beliau akanlah terasa komplit apabila kita mengetahui prinsip dan keyakinan beliau.
Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang senantiasa beliau pegang teguh dalam dakwahnya:
Saya meyakini: "Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur’an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat."
Saya berjanji: "Akan mengarahkan diri saya sesuai dengan Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunah suci. Saya akan mempelajari Sirah Nabi dan para sahabat yang mulia."
Saya meyakini: "Sesungguhnya istiqomah, kemuliaan dan ilmu bagian dari sendi Islam."
Saya berjanji: "Akan menjadi orang yang istiqomah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemunkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya. Mengutamakan kekeluargaan dan kasih sayang dalam berhukum dan di pengadilan. Tidak akan pergi ke pengadilan kecuali jika terpaksa, akan selalu mengumandangkan syiar-syiar islam dan bahasanya. Berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk seluruh lapisan umat ini."
Saya meyakini: "Seorang muslim dituntut untuk bekerja dan mencari nafkah, di dalam hartanya yang diusahakan itu ada haq dan wajib dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan dan orang yang tidak punya.
Saya berjanji: "Akan berusaha untuk penghidupan saya dan berhemat untuk masa depan saya. Akan menunaikan zakat harta dan menyisihkan sebagian dari usaha itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan. Akan menyokong semua proyek ekonomi yang islami, dan bermanfaat serta mengutamakan hasil-hasil produksi dalam negeri dan negara Islam lainnya. Tidak akan melakukan transaksi riba dalam semua urusan dan tidak melibatkan diri dalam kemewahan yang diatas kemampuan saya."
Saya meyakini: "Seorang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya, diantara kewajibannya menjaga kesehatan, aqidah dan akhlak mereka."
Saya berjanji: "Akan bekerja untuk itu dengan segala upaya. Akan menyiarkan ajaran-ajaran islam pada seluruh keluarga saya, dengan pelajaran-pelajaran islami. Tidak akan memasukkan anak-anak saya ke sekolah yang tidak dapat menjaga aqidah dan akhlak mereka. Akan menolak seluruh media massa, buletin-buletin dan buku-buku serta tidak berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan yang tidak berorientasi pada ajaran Islam."
Saya meyakini: "Di antara kewajiban seorang muslim menghidupkan kembali kejayaan Islam dengan membangkitkan bangsanya dan mengembalikan syariatnya, panji-panji islam harus menjadi panutan umat manusia. Tugas seorang muslim mendidik masyarakat dunia menurut prinsip-prinsip Islam."
Saya berjanji: "Akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan risalah ini selama hidupku dan mengorbankan segala yang saya miliki demi terlaksananya misi (risalah) tersebut."
Saya meyakini: "Bahwa kaum muslim adalah umat yang satu, yang diikat dalam satu aqidah islam, bahwa islam yang memerintahkan pemelukya untuk berbuat baik (ihsan) kepada seluruh manusia."
Saya berjanji: "Akan mengerahkan segenap upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan antara kaum muslimin dan mengikis perpecahan dan sengketa di antara golongan-golongan mereka."
Saya meyakini: "Sesungguhnya rahasia kemunduran umat Islam, karena jauhnya mereka dari "dien" (agama) mereka, dan hal yang mendasar dari perbaikan itu adalah kembali kepada pengajaran Islam dan hukum-hukumnya, itu semua mungkin apabila setiap kaum muslimin bekerja untuk itu."
ref : http://deddy24.blogspot.com/2005/03/biografi-hasan-al-banna.html
Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu Hasan kecil mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah.
Kemudian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur'an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan al Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al-Quran. Hasan Al Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum.
Demikianlah sederet prestasi Hasan kecil. Selain prestasinya di bidang akademik, Ia juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. Semenjak masa mudanya Hasan Al-Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i'dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa, kisahnya begini:
Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, al Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur'an, "Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya."(Q. S. Al-An'aam: 52).
Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa'id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan al Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap "rombongan anak-anak kecil" tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!
Pada usia 21 tahun, beliau menamatkan studinya di Darul 'Ulum dan ditunjuk menjadi guru di Isma'iliyah. Hasan Al Banna sangat prihatin dengan kelakuan Inggris yang memperbudak bangsanya. Masa itu adalah sebuah masa di mana umat Islam sedang mengalami kegoncangan hebat. Kekhalifahan Utsmaniyah (di Turki), sebagai pengayom umat Islam di seluruh dunia mengalami keruntuhan. Umat Islam mengalami kebingungan. Sementara kaum penjajah mempermainkan dunia Islam dengan seenaknya. Bahkan di Turki sendiri, Kemal Attaturk memberangus ajaran Islam di negaranya. Puluhan ulama Turki dijebloskan ke penjara. Demikianlah keadaan dunia Islam ketika al Banna berusia muda. Satu di antara penyebab kemunduran umat Islam adalah bahwa umat ini jahil (bodoh) terhadap ajaran Islam.
Maka mulailah Hasan al Banna dengan dakwahnya. Dakwah mengajak manusia kepada Allah, mengajak manusia untuk memberantas kejahiliyahan (kebodohan). Dakwah beliau dimulai dengan menggalang beberapa muridnya. Kemudian beliau berdakwah di kedai-kedai kopi. Hal ini beliau lakukan teratur dua minggu sekali. Beliau dengan perkumpulan yang didirikannya "Al-Ikhwanul Muslimun," bekerja keras siang malam menulis pidato, mengadakan pembinaan, memimpin rapat pertemuan, dll. Dakwahnya mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam Mesir. Tercatat kaum muslimin mulai dari golongan buruh/petani, usahawan, ilmuwan, ulama, dokter mendukung dakwah beliau.
Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan. Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin. Maka terjadilah sebuah tragedi yang membuktikan betapa pengecutnya manusia. Ribuan mujahid Mesir ditarik ke belakang, kemudian dilucuti. Oleh siapa? Oleh pasukan pemerintah Mesir! Bahkan tidak itu saja, para mujahidin yang ikhlas ini lalu dijebloskan ke penjara-penjara militer. Bahkan beberapa waktu setelah itu Hasan al Banna, selaku pimpinan Ikhwanul Muslimin menemui syahidnya dalam sebuah peristiwa yang dirancang oleh musuh-musuh Allah.
Dakwah beliau bersifat internasional. Bahkan segera setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Hasan al Banna segera menyatakan dukungannya. Kontak dengan tokoh ulama Indonesia pun dijalin. Tercatat M. Natsir pernah berpidato didepan rapat Ikhwanul Muslimin. (catatan : M. Natsir di kemudian hari menjadi PM Indonesia ketika RIS berubah kembali menjadi negara kesatuan).
Syahidnya Hasan Al-Banna tidak berarti surutnya dakwah beliau. Sudah menjadi kehendak Allah, bahwa kapan pun dan di mana pun dakwah Islam tidak akan pernah berhenti, meskipun musuh-musuh Islam sekuat tenaga berusaha memadamkannya.
Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (Q. S. Ash-Shaff: 8)
Masa-masa sepeninggal Hasan Al-Banna, adalah masa-masa penuh cobaan untuk umat Islam di Mesir. Banyak murid-murid beliau yang disiksa, dijebloskan ke penjara, bahkan dihukum mati, terutama ketika Mesir di perintah oleh Jamal Abdul Naseer, seorang diktator yang condong ke Sovyet. Banyak pula murid beliau yang terpaksa mengungsi ke luar negeri, bahkan ke Eropa. Pengungsian bagi mereka bukanlah suatu yang disesali. Bagi mereka di mana pun adalah bumi Allah, di mana pun adalah lahan dakwah. Para pengamat mensinyalir, dakwah Islam di Barat tidaklah terlepas dari jerih payah mereka. Demikianlah, siksaan, tekanan, pembunuhan tidak akan memadamkan cahaya Allah. Bahkan semuanya seakan-akan menjadi penyubur dakwah itu sendiri, sehingga dakwah Islam makin tersebar luas.
Di antara karya penerus perjuangan beliau yang terkenal adalah Fi Dzilaalil Qur'an (di bawah lindungan Al-Qur'an) karya Sayyid Quthb. Sebuah kitab tafsir Al-Qur'an yang sangat berbobot di jaman kontemporer ini. Ulama-ulama kita pun menjadikannya sebagai rujukan terjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah Al-Qu'an dan Terjemahannya keluaran Depag RI, kemudian Tafsir Al-Azhar karya seorang ulama Indonesia Buya Hamka. Mengenal sosok beliau akanlah terasa komplit apabila kita mengetahui prinsip dan keyakinan beliau.
Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang senantiasa beliau pegang teguh dalam dakwahnya:
Saya meyakini: "Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur’an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat."
Saya berjanji: "Akan mengarahkan diri saya sesuai dengan Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunah suci. Saya akan mempelajari Sirah Nabi dan para sahabat yang mulia."
Saya meyakini: "Sesungguhnya istiqomah, kemuliaan dan ilmu bagian dari sendi Islam."
Saya berjanji: "Akan menjadi orang yang istiqomah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemunkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya. Mengutamakan kekeluargaan dan kasih sayang dalam berhukum dan di pengadilan. Tidak akan pergi ke pengadilan kecuali jika terpaksa, akan selalu mengumandangkan syiar-syiar islam dan bahasanya. Berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk seluruh lapisan umat ini."
Saya meyakini: "Seorang muslim dituntut untuk bekerja dan mencari nafkah, di dalam hartanya yang diusahakan itu ada haq dan wajib dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan dan orang yang tidak punya.
Saya berjanji: "Akan berusaha untuk penghidupan saya dan berhemat untuk masa depan saya. Akan menunaikan zakat harta dan menyisihkan sebagian dari usaha itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan. Akan menyokong semua proyek ekonomi yang islami, dan bermanfaat serta mengutamakan hasil-hasil produksi dalam negeri dan negara Islam lainnya. Tidak akan melakukan transaksi riba dalam semua urusan dan tidak melibatkan diri dalam kemewahan yang diatas kemampuan saya."
Saya meyakini: "Seorang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya, diantara kewajibannya menjaga kesehatan, aqidah dan akhlak mereka."
Saya berjanji: "Akan bekerja untuk itu dengan segala upaya. Akan menyiarkan ajaran-ajaran islam pada seluruh keluarga saya, dengan pelajaran-pelajaran islami. Tidak akan memasukkan anak-anak saya ke sekolah yang tidak dapat menjaga aqidah dan akhlak mereka. Akan menolak seluruh media massa, buletin-buletin dan buku-buku serta tidak berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan yang tidak berorientasi pada ajaran Islam."
Saya meyakini: "Di antara kewajiban seorang muslim menghidupkan kembali kejayaan Islam dengan membangkitkan bangsanya dan mengembalikan syariatnya, panji-panji islam harus menjadi panutan umat manusia. Tugas seorang muslim mendidik masyarakat dunia menurut prinsip-prinsip Islam."
Saya berjanji: "Akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan risalah ini selama hidupku dan mengorbankan segala yang saya miliki demi terlaksananya misi (risalah) tersebut."
Saya meyakini: "Bahwa kaum muslim adalah umat yang satu, yang diikat dalam satu aqidah islam, bahwa islam yang memerintahkan pemelukya untuk berbuat baik (ihsan) kepada seluruh manusia."
Saya berjanji: "Akan mengerahkan segenap upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan antara kaum muslimin dan mengikis perpecahan dan sengketa di antara golongan-golongan mereka."
Saya meyakini: "Sesungguhnya rahasia kemunduran umat Islam, karena jauhnya mereka dari "dien" (agama) mereka, dan hal yang mendasar dari perbaikan itu adalah kembali kepada pengajaran Islam dan hukum-hukumnya, itu semua mungkin apabila setiap kaum muslimin bekerja untuk itu."
ref : http://deddy24.blogspot.com/2005/03/biografi-hasan-al-banna.html
Langganan:
Postingan (Atom)
